Beritabuana.co

Legislatif

Pemerintah Diminta Fokus Wujudkan Pemerataan Tanah

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mendesak pemerintah agar fokus dalam mewujudkan pemerataan tanah melalui reforma agraria atau penataan ulang sumber-sumber agraria. Hal ini sebagai upaya mengurangi ketimpangan sosial ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya para petani yang menjadikan pertanian sebagai tumpuan utama perekonomian masyarakat.

“Kita ingin memastikan agar para petani punya lahan tidak kecil, minimal dua Hektare (Ha), sehingga bisa produktif dan target mencapai kedaulatan pangan Indonesia dapat terwujud,” Daniel Johan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3).

Sebelumnya Daniel mengatakan, bahwa di dalam reforma agraria terdapat dua hal yang harus diperhatikan pemerintah, yakini tanah objek reforma agrarian (TORA) dan perhutanan sosial. Menurut dia langkah pertama dalam mencapai reforma agraria dengan memastikan penerimaan tanah yang tepat untuk rakyat, tanpa campur tangan pihak terkait.

Kedua harus ada peraturan yang terikat, seperti dalam jangka waktu lebih dari 30 tahun tanah harus dijual,karena memikirkan dalam konteks hak waris. Sehingga target negara agar petani punya lahan cukup besar bisa tercapai.

“Alternatif lain dari program reforma agraria dengan memanfaatkan lahan menanggur.  Lahan menganggur cukup besar, 23 juta Hektar (Ha). Seharusnya bisa kita manfaatkan dari lahan menanggur itu untuk memaksimalkan pertanian petani,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap masyarakat desa bisa memanfaatkan lahan yang ada di daerahnya dengan maksimal, sehingga bisa menjadi produktif dan meningkatkan kesejahteraan petani. Karena target program reforma agrarian tidak hanya pada luas lahan yang menjadi obyek, tapi juga harus disertai target output yang terukur secara kuantitatif.

“Beberapa tambahan luas area tanam untuk tanaman pangan dan holtikultura termasuk beberapa tambahan produksi pemberdayaan lahan tersebut. Reforma agraria dan perhutanan sosial diharapkan bisa menjawab persoalan ketimpangan ekonomi petani Indonesia,” paparnya. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top