Beritabuana.co

Ekbis

Indonesia-Perancis Siap Kolaborasi Kembangkan Vokasi dan IKM

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia akan menjajaki kerja sama dengan Perancis di bidang pendidikan vokasi serta pengembangan industri kecil dan menengah (IKM).

Penjajakan rencana kerjasama itu disampaikan Menperin usai melakukan pertemuan bilateral  dengan Menteri Muda urusan Industri, Digital dan Inovasi pada Kementerian Ekonomi dan Keuangan Perancis, Christophe Sirugue, Rabu malam (29/3).

Kegiatan pertemuan ini, menurut Airlangga dalam rangkaian kunjungan Presiden Perancis Francois Hollande beserta delegasinya di Indonesia. “Kami menyampaikan,Indonesia tengah fokus pada pengembangan industri melalui pendidikan vokasi dan pendalaman struktur, termasuk pengembangan di sektor IKM,” ujar Airlangga  dalam keterangan persnya yang dikirim ke Beritabuana.co, Kamis (30/3).

Airlangga mengatakan, pihaknya sedang membangun program pendidikan vokasi dengan konsep link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Upaya ini untuk memenuhi kebutuhan di dunia kerja terhadap sumber daya manusia yang terampil.

“Jadi, para lulusan SMK nanti sudah siap kerja sesuai kompetensinya di bidang industri yang mereka telah pelajari,” jelasnya.

Kementerian Perindustrian menargetkan dapat terbangunnya link and match antara 355 perusahaan industri dengan 1.755 SMK dalam periode 2017-2019. Minimal satu industri menggandeng lima SMK. Sasaran ini guna mewujudkan satu juta tenaga kerja kompeten yang tersertifikasi pada tahun 2019.

Dalam program pendidikan vokasi,menurut Airlangga, Perancis siap mengirimkan para tenaga ahli atau pakar di sektor industri untuk memberikan pelatihan di Indonesia.

“Kami ingin ada expert dari Perancis yang bisa bantu meningkatkan capacity building untuk desain dan model produk-produk IKM kita agar berdaya saing global,” paparnya. Apalagi, Perancis dikenal sebagai pusat mode dunia.
IKM dalam negeri, kata Airlangga diharapkan dapat berkontribusi pada rantai pasok industri-industri besar asal Perancis. Misalnya, IKM komponen akan didorong bermitra dengan perusahaan penerbangan, Airbus Group.

“Selain itu,menjalin kerja sama dengan Airbus Group untuk mendirikan engineering center, mengingat besarnya kebutuhan industri MRO di Indonesia,” tutur Menperin.

Airlangga menegaskan, pihaknya memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan IKM karena berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Sektor ini mendominasi dari jumlah populasi industri di Indonesia sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja dan devisa.

Kemenperin mencatat, IKM meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Hal ini terlihat dari capaian pada tahun 2016 sebesar Rp 520 triliun atau meningkat 18,3 persen dibandingkan pada 2015. Sedangkan, tahun 2017, penambahan tenaga kerja sektor IKM diperkirakan sebanyak 400.000 orang.

Dukungan lainnya, Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM. Program ini untuk memfasilitasi dan mengintegrasikan IKM dalam negeri dengan marketplace dan e-commerce yang telah ada di Indonsia agar mampu berkompetisi di tingkat global dan meningkatkan akses pasar.

Mitra Strategis

Di samping itu, Menperin Airlangga memandang Perancis sebagai mitra strategis bagi Indonesia dalam pengembangan sektor industri. Terlebih lagi kata dia lagi, Perancis dikenal sebagai negara yang memiliki inovasi teknologi dibidang kedirgantaraan, pertahanan, dan  transportasi.

“Kerja sama bilateral akan memberikan keuntungan bagi Indonesia dalam menyiapkan revolusi industri selanjutnya, yakni industry 4.0 dengan mengikuti tren terkini otomasi dan pertukaran data teknologi manufaktur,” ujarnya.

Airlangga menyebutkan, beberapa penjajakan kerja sama kedua negara yang telah dilakukan, antara lain Airbus dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dalam pembangunan peluncur satelit dengan kemampuan di atas 100-500 km dan Assembly Integrated Test (AIT) di atas 500-1000 km.

Selanjutnya, kerja sama Airbus dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk sektor industri penerbangan, terutama dalam memproduksi komponen, peralatan, dan perbaikan beberapa tipe pesawat Airbus.

“Selama ini, PT DI merupakan mitra perakitan Airbus untuk helikopter militer serta menjadi bagian integral dari rantai nilai Airbus di Asia Tenggara. Kami juga memfasilitasi kerja sama dengan perusahaan ban Perancis, Michelin untuk mendorong akses pasar ban Indonesia ke luar negeri,serta membangun bisnis retreading dan ban bekas,” kata Airlangga.

Menurutnya, teknologi dan keahlian Michelin dapat membantu pengembangan industri vulkanisir ban pesawat di Indonesia.Selain itu, Michelin diharapkan dapat membantu pemanfaatan ban bekas untuk diolah menjadi unsur pembangunan jalan, sehingga Indonesia bisa menggunakan limbah ban bekas untuk pembangunan infrastruktur sekaligus mengurangi kerusakan lingkungan. (Lili)

Comments

Most Popular

To Top